Marak Orang Tua Bebaskan Anak Dibawah Umur Mengendari Motor, Ini Kata Kasatlantas Polrestabes Semarang

- Selasa, 28 Maret 2023 | 03:00 WIB
KP adalah salah satu contoh anak yang diberikan kebebasan orang tuanya untuk mengendarai motor meskipun masih dibawah usia 17 tahun. Akibatnya kelalalain ini membuat seorang pemuda bernama Vito harus tewas karena ulah KP. (Twitter.com/tansuiii2)
KP adalah salah satu contoh anak yang diberikan kebebasan orang tuanya untuk mengendarai motor meskipun masih dibawah usia 17 tahun. Akibatnya kelalalain ini membuat seorang pemuda bernama Vito harus tewas karena ulah KP. (Twitter.com/tansuiii2)

SumenepNetwork.com,- Peristiwa kecelakaan di Semarang yang menewaskan Vito Raditya Sastranegara menjadi pelajaran berharga bahwa orang tua tidak boleh memberikan anak dibawah umur ijin mengendari motor.

KP, bocah SMP pelaku penyebab kecelakaan di Semarang yang menewaskan Vito menjadi bentuk nyata kelalaian orang tua yang memberikan ijin pada anak dibawah umur untuk mengendarai motor.

Saat ini bocah SMP ini harus bertanggung jawab atas perbuatannya dengan status Anak berkonflik dengan hukum karena kecelakaan yang dia sebabkan menyebabkan kematian Vito.

Baca Juga: Bocah SMP Yang Tewaskan Vito Dalam Kecelakaan Motor Kini Jadi Tersangka, Apakah Karena Kekuatan Netizen?

AKBP Sigit, S.I.K, M.H pasca pers release kasus kecelakaan yang menewaskan Vito pada Sabtu, 25 Maret 2023 mengingatkan kepada orang tua agar tidak bangga telah memberikan ijin anaknya untuk mengendarai motor.

“Saya imbau tentunya dari Polri, Polrestabes Semarang, jangan bangga jika anak kita sebelum usia 17 tahun mengendari kendaraan itu hebat. Malah rekan-rekan memberikan motor supaya anak-anak kita celaka. Dari polrestabes Semarang mengawasi anak-anak kita agar selamat sampai tujuan,” terangnya.

Dalam Instagram Polrestabes_semarang_official menyebutkan bahwa K atau KP telah dinaikkan statusnya dari sebelumnya anak berhadapan dengan hukum menjadi anak berkonflik dengan hukum.

Baca Juga: Influencer Gencarkan Tagar Justice For Vito, Pelakunya Bocah SMP di Semarang Belum Tersentuh Hukum

Dalam proses hukum yang berjalan, K atau KP akan didampingi oleh Bappas.

Istilah anak berkonflik dengan hukum ini disematkan kepada KP karena dia masih berstatus anak dibawah umur.

Dikutip dari portal resmi Fakultas Hukum Umsu.ac.id, Anak berkonflik dengan hukum adalah istilah bagi anak-anak yang melakukan tindakan pidana. Undang-Undang Sistem peradilan Anak menyatakan bahwa istilah anak yang berkonflik dengan hukum adalah anak yang telah berumur 12 tahhun dan belum berumur 18 tahun.

Baca Juga: 12 Hari Koma, Vito Akhirnya Meninggal Dunia Ditabrak Pelaku Diduga Bocah SMP di Semarang

Status anak berkonflik dengan hukum sama dengan status tersangka jika dikenakan pada orang dewasa.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, setelah proses hukum yang tidak kunjung selesai atas peristiwa Kecelakaan Motor yang menewaskan Vito Raditya Sastranegara akhirnya menunjukkan perkembangakn positif.

Halaman:

Editor: Ridhowati Saputri

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X